Agama Islam memang sudah sempurna, siapa pun orang Islamnya tahu itu. Melakukan amal kebajikan adalah perkara yang diperintahkan di dalam agama, meski bentuk kebajikannya tidak pernah ada di zaman Rasulullah Saw. dan para shahabat beliau, yang penting sejalan dengan prinsip-prinsip kebajikan menurut agama.
1. Dalil tentang tuduhan "menambah-nambahi agama" yang diarahkan kepada para tertuduh pelaku bid'ah.
" …Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu ..." (QS. Al-Maidah: 3)
Agama Islam memang sudah sempurna, siapa pun orang Islamnya
tahu itu. Melakukan amal kebajikan adalah perkara yang diperintahkan di dalam
agama, meski bentuk kebajikannya tidak pernah ada di zaman Rasulullah Saw. dan
para shahabat beliau, yang penting sejalan dengan prinsip-prinsip kebajikan
menurut agama.
Bagi kaum Salafi & Wahabi, umat Islam yang mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw., tahlilan, ziarah kubur orang shaleh, tawassul, dan lain sebagainya dituduh telah "menganggap agama Islam ini masih kurang" alias belum sempurna sehingga mereka tega "menambah-nambahi agama", bahkan dengan begitu mereka dituduh telah menganggap Rasulullah Saw. berkhianat dalam menyampaikan agama. Sungguh keji tuduhan ini!
Sesungguhnya, tidak seorang pun dari para ulama dan umat pelaku
Maulid atau tahlilan itu berniat menambah-nambahi agama, apalagi sampai menuduh
Rasulullah Saw. berkhianat. Sungguh hal itu tidak pernah terbersit sedikitpun
dalam benak mereka, yang ada hanyalah pikiran-pikiran tentang mengupayakan
peluang amal kebajikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Dengan
begitu diharapkan setiap orang yang ikut serta dalam acara-acara tersebut
mendapatkan pahala, ampunan, rahmat, dan pengkabulan do'a dari Allah Swt.
Format acara yang memang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. atau para shahabat beliau hanyalah suatu wadah yang dibuat secara kreatif untuk melaksanakan amalan-amalan yang sesungguhnya diperintahkan oleh Rasulullah Saw. sendiri, seperti: Bersilaturrahmi, berzikir, bershalawat, mendo'akan orang meninggal, bersedekah, mendengar nasihat atau ilmu, memupuk kecintaan dan pengagungan kepada Rasulullah Saw., berdo'a, berbagi rezeki, dan memelihara keimanan serta ketakwaan. Bisa dibayangkan, tanpa acara-acara kreatif seperti itu, apa jadinya keadaan umat Islam di zaman belakangan ini yang nota bene perhatiannya kepada akhirat sangat rendah; cintanya kepada dunia sudah menguasai pikirannya; ditambah lagi acara-acara dunia dan maksiat sudah dikemas jauh lebih kreatif dan menarik.
Kreasi kebajikan yang digagas oleh para ulama itu pun tidak
pernah diklaim sebagai "tambahan atas kekurangan agama", melainkan hanya sebagai
kegiatan keagamaan yang ditradisikan sebagai adat atau budaya yang dilaksanakan
dalam rangka syi'ar agama. Jadi tuduhan kaum Salafi & Wahabi adalah
tuduhan berlebihan yang diada-adakan dan tidak ada kenyataannya, sedangkan
ayat di atas hanyalah pernyataan dari Allah tentang kesempurnaan Islam,
bukan berisi tuduhan menambah-nambahi agama!
Tag :
WAHABI
0 Komentar untuk "'JANGAN MENAMBAH-NAMBAHI AGAMA' KATA WAHABI"